
Wednesday, August 25, 2010
BANTULAH AKU MENELADANINYA

Thursday, August 12, 2010
FIQH PUASA BAGI MUSLIMAH - SALAM RAMADHAN

2009-08-21 | kajian_islam
Asslamu'alaikum Wr Wb
Dalam surat Al-Baqoroh : 183, Allah SWT memerintahkan umat Islam melaksanakan shiyam, untuk mencapai derajat taqwa. Perintah ini adalah umum, baik untuk pria maupun wanita. Tetapi dalam perincian pelaksanaan shiyam, ada beberapa hukum khusus bagi wanita. Hal ini terjadi karena perbedaan fithrah yang ada pada wanita yang tidak dimiliki oleh pria. Dalam kajian ini- insya Allah- akan dibahas hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita secara khusus.
Panduan Umum
1.. Wanita sebagaimana pria disyari’atkan memanfaatkan bulan suci ini untuk hal-hal yang bermanfaat, dan memperbanyak menggunakan waktu untuk beribadah. Seperti memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, do’a, shodaqoh dan lain sebagainya, karena pada bulan ini amal sholeh dilipatgandakan pahalanya.
2.. Mengajarkan kepada anak-anaknya akan nilai bulan Ramadhan bagi umat Islam, dan membiasakan mereka berpuasa secara bertahap (tadarruj), serta menerangkan hukum-hukum puasa yang bisa mereka cerna sesuai dengan tingkat kefahaman yang mereka miliki.
3.. Tidak mengabiskan waktu hanya di dapur, dengan membuat berbagai variasi makanan untuk berbuka. Memang wanita perlu menyiapkan makanan, tetapi jangan sampai hal itu menguras seluruh waktunya, karena ia juga dituntut untuk mengisi waktunya dengan beribadah dan bertaqorrub kepada Allah.
4.. Melaksanakan shalat pada waktunya (awal waktu) III. Hukum Berpuasa bagi Muslimah Berdasarkan umumnya firman Allah SWT (QS. Al-Baqoroh: 183) serta hadits Rasulullah SAW (HR.Bukhori & Muslim), maka para ulama’ ber-ijma’ bahwa hukum puasa bagi muslimah adalah wajib, apabila memenuhi syarat-syarat; antara lain: Islam, akil baligh, muqim, dan tidak ada hal-hal yang menghalangi untuk berpuasa.
Wanita Shalat Tarawih, I’tikaf dan Lailat al Qodr
Wanita diperbolehkan untuk melaksanakan shalat tarawih di masjid jika aman dari fitnah. Rasulullah SAW bersabda: ” Janganlah kalian melarang wanita untuk mengunjungi masjid-masjid Allah ” (HR. Bukhori). Prilaku ini juga dalakukan oleh para salafush shaleh. Namun demikian, wanita diharuskan untuk berhijab (memakai busana muslimah), tidak mengeraskan suaranya, tidak menampakkan perhiasan- perhiasannya, tidak memakai angi-wangian, dan keluar dengan izin (ridlo) suami atau orang tua. Shof wanita berada dibelakang shof pria, dan sebaik-baik shof wanita adalah shof yang di belakang (HR. Muslim).
Tetapi jika ia ke masjid hanya untuk shalat, tidak untuk yang lainnya, seperti mendengarkan pengajian, mendengarkan bacaan Al-Qur’an (yang dialunkan dengan baik), maka shalat di rumahnya adalah lebih afdlol. Wanita juga diperbolehkan melakukan i’tikaf baik di masjid rumahnya maupun di masjid yang lain bila tidak menimbulkan fitnah, dan dengan mendapatkan izin suami, dan sebaiknya masjid yang dipakai i’tikaf menempel atau sangat berdekatan dengan rumahnya serta terdapat fasilitas khusus bagi wanita. Disamping itu wanita juga di perbolehkan menggapai ‘lailat al qodr’, sebagaimana hal tersebut dicontohkan Rasulullah SAW dengan sebagian isteri beliau. (Lebih lanjut lihat panduan tentang i’tikaf dan lailat al qodr).
Wanita Haidh dan Nifas
Shiyam dalam kondisi ini hukumnya haram.
Apabila haid atau nifas keluar meski sesaat sebelum maghrib, ia wajib membatalkan puasanya dan mengqodo’nya (mengganti) pada waktu yang lain.
Apabila ia suci pada siang hari, maka untuk hari itu ia tidak boleh berpuasa, sebab pada pagi harinya ia tidak dalam keadaan suci.
Apabila ia suci pada malam hari Ramadhan meskipun sesaat sebelum fajar, maka puasa pada hari itu wajib atasnya, walaupun ia mandi setelah terbit fajar.
Wanita Hamil dan Menyusui
a.. Jika wanita hamil itu takut akan keselamatan kandungannya, ia boleh berbuka.
b.. Apabila kekhawatiran ini terbukti dengan pemeriksaan secara medis dari dua dokter yang terpercaya, berbuka untuk ibu ini hukumnya wajib, demi keselamatan janin yang ada dikandungannya.
c.. Apabila ibu hamil atau menyusui khawatir akan kesehatan dirinya, bukan kesehatan anak atau janin, mayoritas ulama’ membolehkan ia berbuka, dan ia hanya wajib mengqodo’ (mengganti) puasanya. Dalam keadaan ini ia laksana orang sakit.
d.. Apabila ibu hamil atau menyusui khawatir akan keselamatan janin atau anaknya (setelah para ulama’ sepakat bahwa sang ibu boleh berbuka), mereka berbeda pendapat dalam hal: Apakah ia hanya wajib mengqodo’ ? atau hanya wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin setiap hari sejumlah hari yang ia tinggalkan) ? atau kedua-duanya qodho’ dan fidyah (memberi makan):
a.. Ibnu Umar dan Ibnu Abbas membolehkan hanya dengan memberi makan orang miskin setiap hari sejumlah hari yang ditinggalkan.
b.. Mayoritas ulama’ mewajibkan hanya mengqodho’.
c.. Sebagian yang lain mewajibkan kedua-duanya; qodho’ dan fidyah.
d.. DR. Yusuf Qordhowi dalam Fatawa Mu’ashiroh mengatakan bahwa ia cenderung kepada pendapat yang mengatakan cukup untuk membanyar fidyah (memberi makan orang setiap hari), bagi wanita yang tidak henti-hentinya hamil dan menyusui. Tahun ini hamil, tahun berikutnya menyusui, kemudian hamil dan menyusui, dan seterusnya, sehingga ia tidak mendapatkan kesempatan untuk mengqodho’ puasanya. Lanjut DR. Yusuf al-Qordlowi; apabila kita membebani dengan mengqodho’ puasa yang tertinggal, berarti ia harus berbuasa beberapa tahun berturut-turut sertelah itu, dan itu sangat memberatkan , sedangkan Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hambaNya.
Wanita yang Berusia lanjut
Apabila puasa membuatnya sakit, maka dalam kondisi ini ia boleh tidak berpuasa. Secara umum, orang yang sudah berusia lanjut tidak bisa diharapkan untuk melaksanakan (mengqodho’) puasa pada tahun-tahun berikutnya, karena itu ia hanya wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin).
Wanita dan Tablet Pengentas Haidh
Syekh Ibnu Utsaimin menfatwakan bahwa penggunaan obat tersebut tidak dianjurkan. Bahkan bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan wanita. Karena haid adalah hal yang telah ditakdirkan bagi wanita, dan kaum wanita di masa Rasulullah SAW tidak pernah membebani diri mereka untuk melakukan hal tersebut. Namun apabila ada yang melakukan, bagaimana hukumnya ?. Jawabnya: – Apabila darah benar-benar terhenti, puasanya sah dan tidak diperintahkan untuk mengulang. – Tetapi apabila ia ragu, apakah darah benar-benar berhenti atau tidak,maka hukumnya seperti wanita haid, ia tidak boleh melakukan puasa. ( Masa’il ash Shiyam h. 63 & Jami’u Ahkam an Nisa’ 2/393)
Mencicipi Masakan
Wanita yang bekerja di dapur mungkin khawatir akan masakan yang diolahnya pada bulan puasa, karena ia tidak dapat merasakan apakah masakan tersebut keasinan atau tidak atau yang lain-lainnya. Maka bolehkah ia mencicipi masakannya ?. Para ulama’ memfatwakan tidak mengapa wanita mencicipi rasa masakannya, asal sekedarnya dan tidak sampai di tenggorokan, dalam hal ini diqiyaskan dengan berkumur. (Jami’u Ahkam an Nisa’).
Khotimah
Demikian panduan ringkas ini, semoga para wanita muslimah dapat memaksimalkan diri beribadah selama bulan Ramadhan tahun ini, untuk meraih nilai taqwa.
Thursday, March 11, 2010
Keputusan SPM & STPM 2009: TAHNIAH!
Tuesday, February 23, 2010
TAK KENAL, MAKA TAK CINTA RASULULLAH S.A.W
Menyedihkan lagi, sebahagian daripada umat Islam lebih mengingati kelahiran paderi ' St. Valentino ' daripada mengingati Rasulullah SAW, lebih mengingati biodata para artis daripada biodata Rasulullah SAW. Beginikah kecintaan kita kepada seorang kekasih dan utusan Allah SWT? Justeru itu kita harus berasa bertanggungjawab untuk memaparkan biodata dan kronologi hidup Baginda SAW untuk tatapan dan ingatan kita bersama agar kita lebih mencintai kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW.
BIODATA RASULULLAH SAW
#Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
#Tarikh lahir : Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; sempena peristiwa tentera bergajah Abrahah yang menyerang kota Kaabah).
#Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
#Nama bapa : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
#Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
#Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapa Rasulullah SAW).
#Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
#Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali Halimah As-Saadiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah).
USIA 5 TAHUN
#Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat
untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.
USIA 6 TAHUN
#Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa '
(sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah).
#Baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muttalib.
USIA 8 TAHUN
#Datuknya, Abdul Muttalib pula meninggal dunia.
#Baginda dipelihara pula oleh bapa sa uda ranya, Abu Talib.
USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
#Bersama bapa sa uda ranya, Abu Talib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan..
#Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendita Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.
USIA 20 TAHUN
#Terlibat dalam peperangan Fijar . Ibnu Hisyam di dalam kitab ' Sirah ' , jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.
#Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi
pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.
USIA 25 TAHUN
#Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah
binti Khuwailid Al-Asadiyah.
#Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.
#Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang bapa saudaranya
yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapa saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.
#Mas kahwin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.
USIA 35 TAHUN
#Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Kaabah.
#Pembinaan semula Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.
#Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ' Hajarul-Aswad ' ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.
USIA 40 TAHUN
#Menerima wahyu di gua Hira ' sebagai perlantikan menjadi Nabi dan Rasul
akhir zaman.
USIA 53 TAHUN
#Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar
Al-Siddiq.
#Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal/ 24 September 622 M.
USIA 63 TAHUN
#Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12
Rabiulawal tahun 11Hijrah/ 8 Jun 632 Masihi.
ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW
*Khadijah Binti Khuwailid.
*Sa uda h Binti Zam'ah.
*Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
*Hafsah binti ' Umar (anak Saidina ' Umar bin Al-Khattab).
*Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
*Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
*Zainab Binti Jahsy.
*Maimunah Binti Harith.
*Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
*Zainab Binti Khuzaimah (digelar ' Ummu Al-Masakin ' ; Ibu Orang Miskin).
ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
1.. Qasim
2. Abdullah
3.. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra '
ANAK TIRI RASULULLAH SAW
Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina
Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah,
Khadijah adalah seorang janda).
BAPA DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
(ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTTALIB)
1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah ***
5. Al-Abbas ***
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka ' bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***
*** Sempat masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.
Sabda Rasulullah SAW:
" Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam syurga." (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )
اللهمصلى على سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى آله ÙˆØ§ØµØØ§Ø¨Ù‡ وسلم
Nabi Muhammad SAW - Manusia agong
KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH.
Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman
dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.
Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:
- Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah saw..
- Aku melihat cahaya dari lidahnya.
- Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.
- Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
- Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
- Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
- Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
- Kali pertama memandangnya s uda h pasti akan terpesona.
- Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
- Wajahnya seperti bulan purnama.
- Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
- Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa
marah.
- Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang..
- Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut..
- Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
- Mulut baginda sederhana luas dan cantik..
- Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
- Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
- Janggutnya penuh dan tebal menawan.
- Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca..
- Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
- Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
- Rambutnya sedikit ikal.
- Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.
- Rambutnya terbelah di tengah.
- Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.
- Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya
lebih drpd biasa.
- Seimbang antara kedua bahunya.
- Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan tersusun dgn cantik.
- Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
- Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
- Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
- Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
- Warna kulitnya tidak putih spt kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.
- Warna putihnya lebih banyak.
- Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
- Warna kulitnya putih tapi sihat.
- Kulitnya putih lagi bercahaya.
- Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh.
- Badannya tidak gemuk.
- Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran
sederhana lagi kacak.
- Perutnya tidak buncit.
- Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.
KESIMPULANNYA :
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh
sepanjang zaman. Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.
NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk
mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai kita
kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...
Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu
di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang
mengasihani mu di akhirat kelak.
Friday, February 19, 2010
AKU PENGKAGUM WANITA ITU!
Aku pengkagum wanita-wanita itu, manusia biasa dengan semangat luar biasa…
Punya jati diri dan tinggi keyakinan diri, pasrah berserah terhadap ketentuan-Nya
Kisah Siti Hajar meruntun sukma…
Bersama bayi kecilnya dia ditinggalkan di lembah gersang membakar…
Suami tercinta, Ibrahim berlalu dengan linangan air mata…
Rahsia dari arahan Tuhan tidak pernah dipersoalkan, hanya patuh atas setiap perintah-Nya.
Tanpa makanan, tanpa minuman, tiada pepohonan, tiada insan buat peneman..
Hanya bayinya Ismail yang mulai menangis…ratap sayunya kerana lapar dan kehausan..
Pedih hati seorang ibu, kasihnya membara menguatkan jiwa…
Ke sini dan ke sana, antara dua bukit Hajar berlarian bagai tak kenal erti lelah…
Harapan menjejak air buat merawat dahaga putera tercinta
Dari jauh bagaikan ada, namun mendekat nyata ia fatamorgana..
Putus asa tidak pernah singgah di hatinya, mencari dan terus mencari….
Berlari dan terus berlari, hingga berulang alik sampai tujuh kali…
Ingatan pada kata-katanya sendiri tersemat kukuh saat si suami berlalu pergi,
“Jika ini perintah Ilahi, pasti DIA tidak akan mensia-siakan kami!”
Aku pengkagum wanita-wanita itu, manusia biasa dengan semangat luar biasa…
Punya jati diri dan tinggi keyakinan diri, pasrah berserah dengan ketentuan-Nya
Bersuamikan Fira’un Maharaja perkasa, gelaran ratu menghiasi singgahsana…
Permaisuri Asiah jelitawan mulia, kedudukan bukan untuk bermegah..
Hanya sahaja melayan resah, suami di sisi berbeza aqidah…
Angkuh sombong zalim pemerintahan, takbur mendakwa dirinya Tuhan..
Dilepas hidup dakwanya mampu menghidupkan…
Dihukum bunuh, sangkanya mampu mematikan.
Terhibur hatinya tatkala mendapat tahu,
Masyitah si tukang sisir menyembah Yang Esa..
Berkongsi rasa, berbagi cerita, saling mendorong teguh beragama..
Suatu ketika Masyitah menyisir rambut puteri Maharaja..
Terlancar di bibirnya saat mengambil sisir yang jatuh….
“Dengan nama Allah binasalah Fir’aun”.
Si puteri tersinggung mendengar ayahanda dihina..
Mengadu cerita, membangkit amarah ayahandanya..
“Siapakah Tuhan yang kau sembah?”
Teguh pendirian, tidak berganjak, kata-kata Masyitah mencetus lahar..
“Tiada Tuhan selain Allah , Penguasa sekelian alam dan segala isinya”
Masyitah diberi dua pilihan, mengaku kufur atau tetap beriman..
Bersaksikan rakyat jelata dan Fir’aun durjana…
Di hadapannya kuali besar tersedia, menunggu hukuman penamat usia…
Menatap bayi di dalam pelukan, cinta ibu menghadirkan belas kasihan..
Takdir Allah, si anak kecil lunak bersuara, memujuk Masyitah memilih keimanan
“Wahai ibuku, Jangan kau ragu, pintu Syurga terbuka menanti kita”.
Tanpa jeritan, tanpa keluhan,
Masyitah dan anaknya terjun ke dalam kuali besar..
Wangi semerbak mengiringi pemergian..
Roh mulia bertemu Allah Yang Maha Esa..
Menyaksikan suami menzalimi wanita dan bayi yang lemah..
Membakar jiwa Asiah, mewarwar kebenaran aqidah..
Fir’aun menganggap permaisurinya gila…
Menyiksa Asiah tanpa belas dan rasa duka..
Sebelum nafas berakhir di dunia, ke hadrat Yang Kuasa Asiah berdoa
“Wahai Tuhanku! Binalah untukku sebuah rumah di sisi-Mu di dalam syurga,
Selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya,
Serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”.
Aku pengkagum wanita-wanita itu, manusia biasa dengan semangat luar biasa…
Punya jati diri dan tinggi keyakinan diri, pasrah berserah dengan ketentuan-Nya
Tuesday, January 26, 2010
Si Tanggang moden dari Sarawak?

Oleh ANGELINA SINYANG
pengarang@utusan.com.my
Tumi Wongsoruju ketika berada di Balai Polis Seri Kembangan, Serdang, Selangor, semalam.
SUBANG JAYA 21 Jan. - Sudah tiga tahun, Tumi Wongsoruju tidak bertemu anak perempuan tunggalnya yang membawa diri tanpa sebarang berita ke Semenanjung.
Jarak yang jauh ditambah pula dengan kesempitan hidup, membuatkan wanita berusia 52 tahun yang tinggal di Kuching, Sarawak itu tidak berupaya mencari anak kesayangannya.
Namun kerinduan yang tidak tertanggung lagi, akhirnya mendorong Tumi berhutang dengan saudara-mara bagi membeli tiket penerbangan ke Kuala Lumpur untuk menjejaki anaknya.
Berbekalkan duit poket RM150 dan alamat sebuah kawasan perumahan di Serdang dekat sini, dia menyusuli anak perempuannya itu.
Membuang rasa malu dan takut, Tumi yang berasal dari Taman Duranda Emas di Jalan Kuching-Serian memberanikan diri menagih simpati orang ramai untuk membantu mencari rumah anaknya yang berusia 33 tahun.
Setelah puas bertanya, dia yang tiba di Semenanjung kelmarin berjaya menemui anak kesayangannya itu hasil bantuan orang ramai dan anggota dari Balai Polis Seri Kembangan, malam tadi.
Namun, perasaan teruja dan gembira bertemu anak yang cukup dirindui bertukar menjadi kenangan pahit yang tidak mungkin dilupakan sepanjang hayatnya.
Tumi bukan sahaja dihalau bahkan tidak diakui sebagai ibu oleh anak perempuan dan menantunya.
Biarpun bersungguh-sungguh meyakinkan mereka dengan menunjukkan sijil kelahiran anaknya, wanita itu dan suaminya tetap berkeras enggan mengaku Tumi sebagai ibu.
Terkilan dengan sikap anaknya itu, Tumi yang tidak mempunyai saudara-mara di sini akhirnya berputus asa dan bersetuju mengikut anggota polis ke Balai Polis Seri Kembangan.
Simpati dengan nasib Tumi, wartawan Utusan Malaysia dan Kosmo! bersama jurugambar sepakat berkongsi mengeluarkan wang untuk membeli tiket penerbangan dan duit belanja bagi membolehkan dia pulang ke kampung halamannya hari ini.
Dengan kerjasama anggota dari Balai Polis Seri Kembangan, Tumi berjaya mendapat tiket penerbangan pulang ke Kuching menaiki pesawat AirAsia pukul 7.40 malam ini.
Sementara itu, Tumi ketika ditemui dengan berlinangan air mata memberitahu, selain mengubati kerinduan, tujuan dia datang ke Semenanjung adalah untuk memujuk anaknya itu supaya pulang bersamanya ke Kuching.
Katanya, ini bagi menyelesaikan urusan tuntutan hak penjagaan cucu lelakinya hasil perkahwinan anak perempuannya itu dengan suami pertama.
"Sebelum berkahwin dengan suami sekarang, anak saya pernah mendirikan rumahtangga dengan seorang lelaki berketurunan Bidayuh.
"Mereka mempunyai seorang anak yang kini berusia 13 tahun. Kanak-kanak itu dijaga oleh saya selama 11 tahun sebelum diambil oleh bekas menantu yang mendakwa sudah memeluk Islam selepas mereka bercerai," katanya.
Tumi berkata, dia nekad menuntut hak penjagaan cucu kesayangannya itu kerana bimbang akidah kanak-kanak itu terpesong memandangkan cucunya kini tinggal bersama keluarga bekas menantunya yang beragama Kristian di Kampung Tijirak, Kuching.
Katanya, anak perempuannya itu merupakan anak tunggalnya hasil perkahwinan dengan suami pertama. Perkahwinannya dengan arwah suami kedua yang merupakan bekas tentera berasal dari Lenggong, Perak, tidak dikurniakan cahaya mata.
Tumi yang tinggal seorang diri dan menghidap sakit buah pinggang memberitahu, mereka tidak pernah berselisih faham namun dia terkejut apabila anaknya menghilangkan diri bersama suami barunya ke Semenanjung tiga tahun lalu dan langsung tidak menghubunginya sehingga kini.
"Biarpun sedih mengenangkan anak kesayangan yang dikandung selama sembilan bulan enggan mengaku saya sebagai ibu tetapi saya tetap memaafkannya dan berharap dia kembali ke pangkuan saya satu hari nanti.
"Malah, saya ada membawa sepasang baju kurung baru dan sehelai selendang untuk dihadiahkan kepadanya," katanya yang tidak dapat menyembunyikan rasa terkilan dengan kejadian itu.
http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2010&dt=0122&pub=Utusan_Malaysia&sec=Jenayah&pg=je_01.htm
Petikan : Amirah Al-Bayan
Sunday, January 10, 2010
Wahai Gadis, Selamatkan Dirimu!
Perasaan saya bercampur baur. Pertama, saya jijik dan marah pada lelaki yang menuruti kejahatan hawa nafsu mereka dan mengambil kesempatan terhadap gadis-gadis tersebut. Saya jadi seram dan takut memikirkan bahawa betapa banyak bahaya menanti wanita akibat kerakusan lelaki.
Kedua, saya sangat kasihan dengan nasib yang menimpa gadis-gadis tersebut, dalam usia yang sangat muda sudah dilanda trauma akibat dirogol. Lebih malang lagi, ada yang mengandung anak luar nikah akibat jenayah tersebut. Dan lebih menakutkan saya, ia menyebabkan pelbagai masalah sosial lain seperti pengguguran dan pembuangan anak.
Ketiga, lebih daripada rasa kasihan saya, dalam masa yang sama merasa sangat-sangat marah dengan ‘kenaifan’ gadis-gadis tersebut. Haruskah saya salahkan suspek semata-mata jika pada awalnya gadis-gadis tersebut telah ‘merelakan’ diri mereka terjebak dalam jenayah itu dengan merelakan diri mengikut lelaki tersebut.
Wahai gadis, janganlah terlalu naif. Tidakkah kalian tahu bahawa Allah melarang mendekati zina melalui pergaulan bebas dengan bersebab? Allah Maha Tahu bahawa hubungan terlarang antara lelaki dan perempuan akhirnya akan melorongkan mereka ke lembah penzinaan sama ada secara rela atau paksa. Maka, janganlah kerana ‘cinta’, kau biarkan maruahmu tergadai. Janganlah kerana ‘sayang’, kau biarkan masa depan mu terbengkalai.
Wahai gadis, Allah telah mensyariatkan kaum wanita untuk menutup aurat dengan sempurna serta menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya, iaitu melalui syariat-Nya sahaja manusia akan selamat dari terjebak ke lembah kehinaan. Maka, janganlah kau melanggar syariat penutupan aurat yang telah diperintahkan-Nya. Jika kau masih sombong melanggar syariat-Nya, janganlah kau melenting jika disalahkan dirimu punca kepada kebinasaanmu sendiri.
Wahai gadis, hijablah pakaianmu dengan menutup aurat sepertimana yang diperintahkan-Nya, dan hijablah hatimu dengan mengerjakan solat serta memperbanyakkan mengingati-Nya. Selamatkan dirimu dari diperdaya manusia durjana dengan mentati perintah-Nya nescaya kau akan selamat jua di akhirat sana.
Wahai ibu bapa, didiklah anak-anak kalian. Ajarkan padanya akan bahayanya biusan hawa nafsu. Nasihatlah mereka supaya menjaga aurat dan pergaulan. Peringatilah mereka akan akibat daripada melanggar syariat. Laranglah mereka menuruti kebebasan. Marahlah mereka jika syariat dibelakangkan. Apakah sayang kalian hanya pada menuruti kehendak mereka, tanpa gusar memikirkan keselamatan jua nasibnya di ‘sana’? Apakah kalian rela menyaksikan mereka hancur di dunia yang fana ini dan tersiksa di neraka akhirat?
Wahai gadis, selamatkanlah dirimu!
Tuesday, January 5, 2010
KENAPA ISU KALIMAH "ALLAH" BUKAN ISU KECIL?

Syukur ke hadrat ILAHI, malam tadi (5 Januari 2010, 8.30malam), saya diberi izin hadir ke Forum “KALIMAH ALLAH: HAK MUSLIM @ HAK SEMUA?” yang berlangsung di ADM LT 4, UIAM Gombak. Sudah lama rasanya saya tidak diperdengarkan dengan majlis ilmu yang isi dan intipatinya agak tidak mengecewakan. Hadir kerana saya sedar agama saya diancam bahaya. Seandainya saya BUKAN JURUDAKWAH sekalipun, saya tetap ingin hadir. Mungkin pada yang masih kurang jelas, tanggal 31 Disember 2009, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur telah membenarkan penggunaan kalimah “ALLAH” dalam majalah Herald.
Malam itu ada 2 panelis yang tampil mengupas sedalam2nya mengenai isu ini. Yang pertama ialah Timbalan Dekan Kulliyyah Ilmu Wahyu UIAM dan juga Mantan Timbalan Presiden ABIM, Dr. Mohd Farid Mohd Shahran dan yang kedua Presiden Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) dan juga graduan Undang-undang UIAM, saudara Mohd Faisal Abdul Aziz.
Pusingan pertama forum telah dimulakan oleh Dr. Farid yang dilontarkan dengan persoalan isu ini dari sudut pandangan Islam dan perbandingan agama. Dr. Farid membuka bicara beliau dengan kesyukuran ke hadrat ALLAH Ta’ala. “Bukan ALLAH dalam majalah Herald tu.” Tergelak audien mendengar sindiran itu. Dr. Farid menegaskan bahawa, isu ini bukanlah isu mudah, bukan sekadar ‘simple word’, sebaliknya ia harus dilihat dari pelbagai sudut. Isu ini juga bukan isu yang kita boleh berikan hitam dan putih secara terus. Beliau melihat di peringkat Mahkamah Tinggi itu sendiri, kedua2 pihak mempunyai hujah tersendiri, namun kita perlu kepada hujah yang lebih tegar dalam memelihara pendirian masing2.
Dr. Farid menasihatkan agar isu kalimah “ALLAH” ini janganlah dilihat dalam konteks aqidah yang mudah, tetapi harus dibuka dan dilihat lebih luas lagi. Isu ini timbul apabila pihak majalah Herald itu ingin menterjemahkan perkataan “LORD” atau “GOD” ke dalam Bahasa Melayu dan mereka telah memilih “ALLAH” sebagai ganti “LORD” atau “GOD”. Persoalannya, kenapa perkataan “ALLAH” yang dipilih sedangkan ada lagi perkataan2 lain yang boleh digunakan seperti Tuhan, Ruh Qudus dan lain-lain. Kenapa mesti “ALLAH”?
Dr. Farid membawa kami menilai melalui 2 keadaan. Keadaan yang pertama kesalahan menterjemah. “LORD” ialah Kata Nama Am dalam Bahasa Inggeris. Maka, jika diterjemah ke Bahasa Melayu harus juga daripada Kata Nama Am iaitu “TUHAN”. Tetapi, dalam kes ini, mereka terus menggantikan “LORD” itu kepada Kata Nama Khas iaitu “ALLAH” yang mana merupakan satu kesalahan dalam sistem penterjemahan.
Keadaan yang kedua ialah dari sudut semantik. Semantik ini bermakna setiap istilah, lafaz dan perkataan mesti mempunyai ‘correspond meaning’ atau makna yang tersendiri. Al-Quran paling banyak mentakrifkan maksud “ALLAH”. Contohnya dalam Surah Al-Ikhlas. Ayat pertama memberi makna ALLAH itu Esa. Ayat kedua memberi makna ALLAH itu tempat bergantung. Ayat yang ketiga memberi makna ALLAH itu tidak beranak dan diperanakkan. Apa yang jelas, makna “ALLAH” tiada satu persamaan pun (mithal). Dr. Farid menambah lagi, sungguh jelas maknanya dalam Al-Quran dan ayat2nya juga ada yang “muhkamad” iaitu tidak boleh dipertikaikan lagi. Jadi, seandainya kita menggunakan hakikat lain pada istilah “ALLAH” maka kita telah biadab pada ALLAH. Dengan bahasa pun kita kena beradab.
Dr. Farid menegaskan bahawa beliau tidak begitu bersetuju dengan bunyi tajuk forum pada malam itu kerana bunyinya seolah2 kita hendak merebut dan memonopoli istilah. Padahal, kita berbahas kerana kita memahami isu ini dalam sudut pandangan alam Islam.
Beliau menjelaskan dalam Bahasa Melayu banyak dipengaruhi dengan pandangan alam Islam (Bahasa Arab) kerana kita tahu makna perkataan2 ini lebih tepat. Dr. Farid melahirkan rasa bimbang dengan situasi dalam masyarakat sekarang ini kerana ramai yang terkeliru. Bukan sahaja di kalangan umat Islam, yang bukan Islam pun turut terkeliru juga. Beliau sebenarnya tidak kisah apa yang bakal diputuskan mahkamah, tetapi yang beliau bimbangkan pemikiran di kalangan orang2 Islam terhadap isu ini tanpa melihat isu ini dalam konteks yang lebih mendalam.
Sesetengah pihak mengatakan, kita menang kes ini sebenarnya. Berdiri atas hujah istilah itu datang sebelum ISLAM lagi. Ini memang betul, tetapi apabila Islam tersebar serata alam, maka Islam telah mengubah (mengislamisasikan) istilah2 ini kepada makna yang lebih dekat dengan tauhid termasuklah istilah ALLAH.
Contoh yang beliau berikan ialah perkataan "KAREEM" yang bermaksud mulia. "KAREEM" sebelum kedatangan Islam diberikan kepada seseorang yang mempunyai ramai anak lelaki. Namun, setelah kedatangan Islam, nilai makna itu disandarkan pada ALLAH YANG MAHA MULIA. Dan, kita haruslah mengikut makna2 istilah itu selepas kedatangan Islam kerana ada ulama' bahasa yang telah mengkaji dan menghasilkan buku yang tebal2 yang mengandungi huraian istilah2 itu. Maka ia bukanlah perkara yang harus kita pandang ringan.
Inilah agenda sesetengah pihak yang berpegang pada konsep kesatuan agama. Bak kata ahli agam Rom: "ALL ROADS LEADS TO ROME" yang jelas menpromosikan konsep persamaa agama. Menyentuh soal TOLERANSI pula, beliau merasakan orang2 MELAYU ISLAM sudah cukup tolerant dengan orang2 bukan ISLAM. Sesungguhnya memang benar Nabi Muhammad S.A.W pun menyuruh kita untuk tolerant, TETAPI pendirian dalam agama TIDAK BOLEH ditoleransikan sewenang2nya. Bahkan, dalam Surah Al-Kafirun, kita telah mengisbatkan hak masing2 dan bukannya 'INTOLERANT'. Adakah salah untuk kita kata: "WE ARE DIFFERENT, BUT WE RESPECT EACH OTHER". Dan tidak perlulah asyik2 ingin bercakap soal persamaan.
Dr. Farid menegaskan kita perlu teliti dalam memberi pandangan dan meletakkan posisi kita dalam isu ini. Jangan sesekali memudahkan agama. Adalah berbeza antara AGAMA ITU MUDAH dengan MEMUDAH2KAN agama. Dari segi mengikut mazhab pula, beliau mengatakan kita mengikut mazhab bukanlah kita taklid buta, tetapi kita letakkan kepercayaan kepada kewibawaan ilmu ulama'2 Islam yang muktabar.
Pusingan kedua forum diserahkan kepada saudara Faisal dan beliau banyak menyentuh isu ini dari kaca mata undang2 walaupun tidak secara keseluruhannya. Saudara Faisal menjelaskan bahawa salah satu cara gerakan Kristianisasi menyebarkan dakyah mereka ialah dengan memperibumikan Kristian dalam masyarakat setempat. Perkembangan Kristianisasi di Eropah membuktikan bagaimana fahaman Kristianisasi telah disalahertikan iaitu berasal daripada tamadun Yunani, Rom dan lain2. Begitu juga di Alam Melayu, mereka menggunakan kalimah "ALLAH" untuk menserasikan Kristianisasi dalam masyarakat kita. Tujuannya mudah iaitu untuk mengelirukan orang Melayu.
Tegas saudara Faisal lagi, ini bukan isu majalah semata2, tetapi isu sistem sosial yang akan berlaku dalam jangka panjang. Ramai orang2 muda tidak melihat implikasi besar isu ini dalam jangka panjang. Ramai yang memandang ringan kerana ia hanya satu kalimah. Beliau melontarkan persoalan:" MENGAPA KITA BERSYAHADAH 'TIADA TUHAN SELAIN ALLAH'? KENAPA TIDAK 'TIADA ALLAH SELAIN ALLAH'?". Ancaman yang bakal diterima juga dilontarkan oleh saudara Faisal. Beliau berkata, andai kalimah ini diizinkan untuk digunapakai oleh semua pihak sekarang, kita tidak akan mampu mempersoalkan penggunaannya dalam agama lain untuk masa akan datang.
"BAITULLAH" mungkin digunakan untuk gereja. Begitu juga dengan "RUMAH ALLAH". Bible pula mungkin mereka sebut "KITAB ALLAH". Inilah kesan jangka panjang yang lebih memudaratkan masyarakat Islam kita. Kita akan marah jika perkataan "ALLAH "itu diletakkan di bahagian pusat patung besar di Kuil Batu Caves itu. Namun ketika itu kita tidak akan mampu untuk berbuat apa2 kerana kita sudah benarkan pengunaab kalimah "ALLAH" ini untuk agama lain juga.Inilah sebabnya kenapa isu kalimah "ALLAH" ini bukan isu yang kecil, isu majalah semata2, TETAPI ADA AGENDA YANG CUKUP BESAR. Beliau menjelaskan lagi, pada tahun 1986, kabinet Malaysia telah memutuskan ada 4 perkataan yang tidak boleh digunakan oleh agama lain iaitu ALLAH, SOLAT, KAABAH dan BAITULLAH.
Kesimpulan dari forum di atas, saya merasakan sedikit terisi dengan fakta2 dan penjelasan2 kedua-dua panel. Sesungguhnya kita harus memahami isu ini bukan setakat untuk jangka pendek, tetapi kesannya untuk jangka panjang kelak.
**Kesalahan fakta mohon diperbetulkan**
Dipetik dari: -RiNdOk AtI-
Friday, September 4, 2009
YA RAMADHAN...Hati Ini Penuh Cinta

Kau datang bertamu lagi,
Menyinggah dan merubah diri insani,
Merindui menagih kasih Ilahi…
Ya Ramadhan,
Hadirmu di saat perlu,
Ketika hati disuntik pilu,
Ketika leka berbicara si nafsu,
Kau ubati dukaku…
Ya Ramadhan,
Kegilaan ini perlu dihentikan,
Kesakitan ini perlu dilupakan,
Menyulam semangat dengan kalam Tuhan,
Bangkitlah dari kekecewaan,
Kerana DIA tidak akan sia-siakan,
Doa yang penuh takut dan harapan…
Ya Ramadhan,
Hati ini penuh cinta,
Untukku labuhkan pada tempat asalnya,
Menantimu mendebar rasa,
Kini pintumu kaubuka,
Syukur ku ukir di tubir rahsia,
Moga amalan diterima,
Moga laluan lebih sempurna…
DIPETIK DARI LAMAN "RINDOK ATI ; http://raufasufrina87.blogspot.com"